Fondasi awal dalam merumuskan strategi pengelolaan risiko yang efektif, terukur, dan selaras dengan tujuan organisasi.
Penetapan konteks manajemen risiko bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengungkapkan sasaran organisasi, lingkungan di mana sasaran hendak dicapai, serta para pemangku kepentingan (stakeholders).
Proses ini menunjukkan hubungan erat antara hal yang akan dikelola risikonya dengan lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Dengan menetapkan konteks yang jelas, kita dapat menilai sifat dan kompleksitas risiko secara lebih akurat.
"Konteks adalah lingkungan di mana organisasi berusaha untuk mendefinisikan dan mencapai tujuannya."
Menetapkan tujuan strategis dan operasional yang ingin dicapai, yang menjadi dasar identifikasi risiko penghambat.
Faktor luar seperti regulasi hukum, kondisi ekonomi, sosial budaya, dan teknologi yang mempengaruhi organisasi.
Memahami budaya organisasi, struktur tata kelola, kebijakan, kemampuan sumber daya, dan sistem informasi.
Pihak-pihak yang berkepentingan yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keputusan manajemen risiko.